Gadis cantik berkulit putih lembut dan bermata coklat

Posted by Monsign Kamis, 06 Maret 2014 0 komentar


Ardi mendengar jeritan sebelum dia melihat sebuah perkelahian. Dia baru sadar jika sebelumnya dia hanya mengira sebuah pembicaraan debat yang sengit, ternyata sebuah perebutan yang tidak seimbang. Di dalam kereta api dari kota Jember menuju kota Malang, seorang lelaki berusaha merebut kalung emas dari seorang gadis cantik berkulit putih dan bermata coklat.

Setiap orang yang berada di dalam gerbong itu sepertinya membeku. Setiap orang sepertinya dingin, terpaku dalam gerakan lambat. Itu bukan karena para penumpang tidak peduli, tapi karena semata-mata tidak bisa bergerak karena keterkejutannya.

Ardi merupakan yang pertama memperoleh akalnya dan bangun dari keterkejutannya. Dia bergerak menuju gadis itu. Dengan penuh tenaga gadis itu melakukan perlawanan menolak menyerahkan kalungnya.

"Aku harus menolongnya sebelum pejambret itu mendapatkan kalungnya", pikir Ardi sambil berusaha menyibak sekumpulan penumpang yang menghalangi jalannya. Namun, hanya beberapa langkah saja, Ardi melihat tanpa daya ketika pejambret itu berhasil menarik kalung dengan kasarnya dari leher si gadis. Kereta baru saja mencapai stasiun Pasuruan dan perampok itu berlari keluar lewat pintu yang terbuka menuju peron.

"Tolong ....... ", si korban berteriak dengan lemah.

Ardi berlari keluar pintu mengejar penjambret itu. Dia menyusulnya sampai keluar stasiun Pasuruan dan mencegatnya di sebuah gang beberapa meter dari stasiun. Dia berhasil merebut kembali kalung itu, tapi penjambret berhasil kabur.

"Tidak apalah, paling gak kalung itu kembali", pikirnya.

Ardi berjalan kembali ke stasiun dengan perasaan bangga akan dirinya. Dia bertanya-tanya apa yang akan dikatakan oleh gadis cantik itu setelah dia berhasil membawa kalungnya kembali. Dia berjalan dengan penuh semangat.

Tetapi ketika dia sampai di stasiun, dia baru menyadari bahwa kereta tumpangannya telah meninggalkannya dan menghilang bersama gadis cantik itu. Dia berdiri terbengong di tepi rel.

"Sekarang gimana ?", Ardi bertanya pada dirinya sendiri dengan putus asa. Dia telah menantang bahaya. Tapi tak seorang pun yang menyadari apa yang telah dia lakukan.

Ardi memutuskan menunggu di stasiun, berjaga-jaga kalau si gadis menyadari perjuangannya dan kembali ke stasiun untuk berterima kasih kepadanya dan melihat apa yang akan terjadi. Setelah dua jam menunggu sia-sia, Ardi menyimpulkan bahwa si gadis ternyata tidak menyadari usahanya yang gagah berani.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Gadis cantik berkulit putih lembut dan bermata coklat
Ditulis oleh Monsign
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://sunsetq.blogspot.com/2014/03/gadis-cantik-berkulit-putih-lembut-dan.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Template by Cara Membuat Email | Copyright of My Sunset.